Euro 2024; Turkiye Menemani Inggris dan Jerman ke Perempat Final, Ketiganya Mencetak Dua Gol dan Berpotensi Menciptakan Sejarah

Euro 2024; Turkiye Menemani Inggris dan Jerman ke Perempat Final, Ketiganya Mencetak Dua Gol dan Berpotensi Menciptakan Sejarah
Bisa melaju ke perempat final bagi Turkiye adalah sebuah capaian yang besar, mereka layak memeriahkannya dengan keceriaan dan kegirangan. Dihadapan mereka sudah hadir tim Belanda yang baru saja menang telak di perdelapan final. Turkiyo yang ditangani oleh F. Montela semakin menunjukkan taringnya dan mulai menjadi tim yang setara dengan “orang-orang barat”.

JAGATKITASAMA.COM – Setelah mengalahkan Austria 2-1, praktis Turkiye bisa menemani Inggris dan Jerman untuk menempati posisi perempat final ajang euro 2024. Turkiye menjadi tim terakhir yang lolos ke delapan besar dengan kemenangan yang tidak pernah diprediksi.

Uniknya ketiga tim lolos ke babak delapan besar dengan torehan gol yang sama. Jerman lolos sempurna dengan kemenangan 2-0 atas Denmark, Inggris lolos dramatis mengalahkan Slovakia 2-1, dan terakhir Turkiye berhasil membungkam Austria 2-1 pula.

Bacaan Lainnya

Jika kemenangan Inggris diperoleh dari sebuah kekalahan awal 0-1 yang baru dibalas di babak tambahan waktu dua gol dalam waktu dua menit, maka Turkiye lebih keren dengan kemenangan awal 2-0 yang mana kedua gol itu diciptakan di awal kedua babak pertandingan.

Hanya Jerman yang subur, yang bisa menempatkan beberapa pemainnya sebagai top skor, seperti Jamal Musiala tiga gol, Kai Harvertz dan Nicklas Fullkrug dua gol. Sedangkan Inggris baru mengantongi dua gol yang ditorehkan oleh Jude Bellingham dan Harry Kane. Turkiye juga mempunyai dua top skor dengan dua gol, yakni Demirel.

Tidak mudah memang mencetak gol di ajang turnamen di tanah eropa ini, karena semua pemain-pemainnya merupakan “gladiator” kelas wahid dan tergolong mahal harganya, sehingga Ketika bermain di lapangan mereka semua berkerja keras untuk memberikan perlawanan yang sama sengitnya dengan lawan yang dihadapinya.

Drama adu penalti sering terjadi di ajang euro, yang semakin membuktikan bahwa waktu normal belumlah cukup untuk menciptakan kemenangan untuk sebuah pertandingan. Membutuhkan waktu tambahan bagi setiap tim kuat untuk merealisasikan kemenangan atau tetap berbagi angka yang sama.

Terutama bagi tim-tim besar dengan kualitas yang tinggi di peringkat FIFA, utamanya yang lolos di delapan besar, mereka pastinya akan kesulitan untuk mencetak gol dan cenderung memainkan permainan yang lebih berhati-hati. Delapan besar euro 2024 ini lebih layak disebut sebagai final dini, yang mempertemukan tim-tim besar lebih awal untuk beradu kekuatan.

Jerman akan langsung menghadapi Spanyol yang paling produktif dan sangat kuat. Inggris akan menyambut Swiss yang berhasil mengalahkan juara bertahan Italia 2-0. Sedangkan Turkiye akan Belanda yang baru saja menang 3-0 mengalahkan Rumania.

Baik jerman, Inggris maupun Turkiye memiliki peluang yang besar untuk lolos ke semifinal, karena mereka tidak saling berhadapan di babak delapan besar. Jika Inggris berhasil mengalahkan Swiss maka Turkiye yang bisa mengalahkan Belanda baru akan bertemu di semi final yang menentukan keduanya untuk menjadi juara satu atau tiga.

Jerman harus mengalahkan Spanyol agar bisa melaju ke semi final menghadapi Potugal atau Perancis. Portugal lebih subur dibandingkan Perancis. Malah secara definitive Perancis sama sekali belum pernah mencetak gol, karena setiap kemenangannya dilalui dengan cara menciptakan gol bunuh diri.

Inggris sangat berpeluang mengalahkan Swiss, karena mentalitas Inggris lebih kuat dibandingkan negara di pegunungan alpen itu. Inggris yang menerapkan “menjadikan musuh frustasi” harus sedikit mengalami inovasi agar tidak kecolongan gol-gol cepat diawal pertandingan yang dibangun oleh pelatih berdarah Turkiye itu.

Jerman, walaupun menghadapi Spanyol yang terkenal kuat dan kompak, sekaligus menerapkan strategi sepakbola menyerang—harus lebih memaksimalkan strateginya “mengurung musuh” di dalam wilayah musuhnya agar lebih banyak memberikan tekanan pada pertahanan Spanyol, sehingga tim matador gagal memainkan gaya permainannya, yang pada gilirannya bisa membuat mereka takluk.

Turkiye, walaupun yang dihadapi adalah “tim pusat” tidak menutup kemungkinan strategi ala Italia yang dipakai oleh Montela bisa mempercundangi Belanda. Berdasarkan pada pengalaman pertandingan di Euro Cara Italia sering kali menggagalkan Belanda untuk melaju ke pertandingan selanjutnya dan selalu membuat pemain-pemain Belanda kesulitan mencetak gol. Dan cara itulah yang berpeluang besar untuk menyingkirkan negeri di tanah rendah itu.  

Yang jelas, pada pertandingan di semifinal harus diisi oleh Jerman vs Portugal/Perancis dan Inggris vs Turkiye. Jerman menang maju final untuk menghadapi Inggris. Lalu Turkiye yang kalah dengan Inggris harus menghadapi Perancis/Portugal di tempat ketiga—dan Turkiye menang. Artinya ketiga tim pasti akan berpeluang untuk ke Berlin dan memeriahkan semaraknya “perang eropa”.

Di Final Inggris bisa mengalahkan Jerman melalui satu-satunya gol yang dilesatkan oleh Jude Bellingham atau bisa juga dari sentakan kakinya Bukayo Saka. Jerman akan kesulitan untuk juara karena fakta sejarah di euro bahwa tuan rumah tidak pernah ada yang juara, kecuali Perancis di era Michel Platini. (Moh. Syihabuddin)    

Pos terkait