Kawal Wajib Belajar 12 Tahun, PAC Ansor Palang dan SMKNU Palang Bergandengan Visi “Sadar” Masa Depan

Kawal Wajib Belajar 12 Tahun, PAC Ansor Palang dan SMKNU Palang Bergandengan Visi “Sadar” Masa Depan
Poster yang menampilkan Hamim Thohari sekalu ketua GP Ansor Palang dan Aris selaku Kepala SMK NU Palang yang berkerjasama untuk mewujudkan akses pendidikan yang gratis bagi siswa yang kurang mampu dan anak yatim. langkah ini merupakan langkah "sadar" masa depan yang dilakukan oleh Ansor palang untuk generasi emas Indonesia.

kitasama.or.id – Indonesia Emas 2035 hanya akan bisa terwujud jika Pendidikan di Indonesia benar-benar berjalan dengan maksimal dan mampu memberikan peluang yang sama besarnya dengan negara-negara maju untuk mendapatkan kemakmuran yang sama.

Pendidikan adalah sebuah keniscayaan yang harus dijalani Bersama dan haruss menjadi bagian utama untuk menunjang kemajuan negara dan mendukung keberlangsungan masyarakat global yang makmur dan berpenghasilan layak—hidup yang layak, rumah yang layak dan pekerjaan yang bergaji layak.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari kondisi itulah PAC Ansor Palang melakukan kerja sama intensif dengan SMKNU Palang, untuk berkomitmen mewujudkan  Indonesia emas 2035 agar program lama bangsa Indonesia “Wajib belajar 12 tahun” bisa terlaksana dengan baik.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar siap menghadapi zamannya dan siap pula menghadapi perubahan.

Keresahan Nyata di per-Desa-an

Kenyataan saat ini, bahwa kondisi yang mengarah pada semakin sulitnya ekonomi bagi masyarakat kecil dan kurang nampunya memenuhi kebutuhan dasar hidup yang diakibatkan oleh kenaikan harga pangan dan Industrialisasi, membuat hidup terasa berat dan semakin menantang.

Biaya pendidikan ikut terdampak, semakin mahal dan tidak terjangkau oleh kaum miskin dan kaum menengah perdesaan yang kurang mampu. Akibatnya, pilihan putus sekolah menjadi jalan terbaik, alih-alih memilih bekerja apa adanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya—nelayan, buruh tani, buruh kasar pasar dan pedagang asongan atau pedagang kaki lima.

Jelas, kondisi tersebut dikarenakan adanya minimnya Akses Informasi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya anak miskin desa yang sudah mencap dirinya dan keturunannya sebagai miskin sejak zaman “sejarah nenek moyangnya”.

Hal itu juga ditunjang oleh minimnya Lembaga swasta, kelompok swadaya Masyarakat, dan organisasi sosial kemasyarakatan yang memberikan akses beasiswa atau tunjangan Pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.

Diantaranya yang kurang terfasilitasi oleh pihak-pihak swasta adalah kurang adanya ipaya “keras” untuk membantu mewujudkan wajib belajar “dua belas tahun” bagi masyarakat kecil yg kurang mampu dan pastinya anak yatim, tanpa orang tua utama.

Artinya, Membantu meringankan biaya pendidikan bagi anak Yatim Piatu dan masyarakat kurang mampu merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh sebuah Lembaga swasta atau organisasi sosial kemasyarakat-keagamaan, seperti halnya Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor.

Ansor Palang “Sadar Isu” dan Bergerak

Tentunya, upaya tersebut juga perlu menyediakan adalah akses informasi dan sekaligus Pendampingan (dari awal hingga akhir) bagi anak Yatim/ piatu untuk mendapatkan pendidikan dua belas tahun tahun yang baik dan berkualitas.

Berangkat dari hal itulah maka Ansor Palang sadar betul adanya institusi swasta yang bisa mewujudkan hal itu dan bisa memberikan Langkah kongkret mewujudkan Indonesia Emas 2035.

Oleh sebab itulah bersama dengan SMKNU Palang, Gerakan Pemuda Ansor Palang (yang digerakkan oleh Hmim Thohari) bekerjasama untuk berkomitmen memberikan : 1) biaya pendidikan gratis selama tiga tahun di SMKNU Palang bagi anak Yatim/ Piatu dan keluarga kurang mampu dan juga 2) memberikan pendampingan pembelajaran selama belajar di SMK NU Palang—agar bisa belajar dengan nyaman.

Langkah ini diharapkan bisa merealisasikan visi utama Ansor Palang untuk “Mewujudkan generasi muda bangsa yang berkualitas, berkarakter, dan  memilik kemampuan soft skill yang mumpuni” sehingga siap untuk menjadi manusia Indonesia Emas di tahun 2035.

Selamat mengikuti pembelajaran di SMK NU Palang, Bersama Ansor Palang. (Hamim Thohari)

Pos terkait