Pukulan yang ke Seratus, Buah dari Ketekunan dan Kesabaran Menjalani Pertumbuhan

Pukulan yang ke Seratus, Buah dari Ketekunan dan Kesabaran Menjalani Pertumbuhan
Suatu keberhasilan dalam berkarir, atau meraih kesuksesan dalam segala hal yang diinginkan tidak lain merupakan buah dari ketekunan dan kesabaran yang berjalan cukup lama, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan keuletan yang dilakukan sehari-hari.

JAGATKITASAMA.COM – Keberhasilan dan kesuksesan tidak pernah diraih dalam sekejap dan dengan waktu yang relatif cepat. Semuanya membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang panjang dan tidak sebentar.

Suatu keberhasilan dalam berkarir, atau meraih kesuksesan dalam segala hal yang diinginkan tidak lain merupakan buah dari ketekunan dan kesabaran yang berjalan cukup lama, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan keuletan yang dilakukan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Seorang pemukul batu yang besar mampu memecahkan batu dengan palunya bukan karena dia melakukan pukulan satu kali saja dan batu itu pecah. Batu tidak pecah dalam sekali pukul, walaupun dengan kekuatan yang dimaksimalkan.

Batu pecah disebabkan oleh pukulannya yang ke serratus, bisa lebih bisa kurang, tergantung besar kecilnya batu. Batu bisa pecah karena tiap saat dipukul terus menerus, pelan-pelan, sabra, tekun melakukannya, hingga akhirnya batu tersebut pecah dan bisa digunakan sebagaimana keinginannya.

Sama dengan suatu keberhasilan atau kesuksesan, bisa tergapai dan tercapai hanya jika dilakukan terus menerus dengan penuh ketekunan dan kesabaran.

Seorang presiden, bisa menjadi presiden bukan karena dia mencalonkan dirinya sebagai presiden saja, tapi waktu untuk mencapai pada tahap mencalonkan presiden itu membutuhkan waktu yang sangat lama dan membutuhkan ketekunan yang cukup sengsara.

Seorang pengusaha tidak serta merta menjadi Makmur dan kaya, ada jalan Panjang yang dilaluinya yang terdiri banyak duri, api, rasa sakit, kebencian, penghianatan, dan tentunya kegagalan yang dihadapi setiap harinya.

Seorang ilmuwan dan ulama tidak serta merta mempunyai bakat keilmuan dan bisa menguasai banyak bidang yang menjadikannya bisa menghasilkan hal-hal yang bermanfaat. Mereka adalah orang-orang tekun yang setiap harinya melakukan riset, membaca buku, meneliti, dan tidak bosan-bosannya berada di suatu ruangan untuk mengubah banyak kegagalan yang sudah dilakukannya.

Seorang penjual tidak serta merta barang jualannya dibeli oleh pembeli. Membutuhkan waktu untuk dikenal oleh pembeli dan barangnya dikenal oleh banyak orang. Dan perjalanan tersebut membutuhkan waktu yang lama serta kesabaran yang terus menerus dipupuk dengan ketekunan.

Rasulullah untuk menjadi seorang nabi dan Rasul pun harus menghadapi banyak rintangan dan kemelaratan. Beliau harus berkhalwat selama lima tahun berturut-turut di gua hira’ selama empat puluh hari.

Diizinkan isra’ mi’raj pun setelah menghadapi pemboikotan di lembah syiib, lalu wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, hingga tekanan terus menerus yang dilakukan oleh keluarganya sendiri yang membencinya.

Artinya, tidak ada kesuksesan dan keberhasilan yang dibangun hanya beberapa tahun. Banyak waktu dan banyak kegagalan yang harus dihadapi dengan sabar agar bisa sampai berjalan menuju ke puncak kesuksesan. Dengan demikian, filosofi pukulan batu keseratus adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh setiap orang untuk mewujudkan segala hal yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya. (Siti Fatkhiyatul Jannah)

Pos terkait